10 Judul Penelitian Stek Pucuk Beserta Abstrak

(1)

TEKNIK PERBANYAKAN KIJIWO (EUSCHRESTA HORSEFIELDII (LESCH.) BENN.) MELALUI STEK PUCUK

Indriani Ekasari

 

Abstrak:

Upaya penyelamatan spesies tanaman asli Indonesia Kijiwo (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn.) belum sepenuhnya dilakukan. Kijiwo merupakan species tanaman yang hidup di pegunungan dataran tinggi basah dengan sebaran kelompok dan memiliki potensi sebagai obat. Hasil perbanyakan Kijiwo secara generatif sangat sulit didapatkan sehingga perbanyakan vegetatif melalui teknik perbanyakan stek pucuk perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan stek pucuk Kijiwo dan mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuh pada pembentukan akar stek pucuk. Penelitian dilakukan di pembibitan Kebun Raya Cibodas selama kurang lebih lima bulan. Rancangan yang digunakan adalah RancanganAcak Lengkap Berblok dengan dua blok sebagai ulangan. Setiap blok berisi 45 polytube (satu rangkaian potray) dengan lima perlakuan zat pengatur tumbuh (kontrol, 1AA, 1BA, NAA, dan Rootone F) dengan sembilan kali ulangan. Penyraman dilakukan setiap tiga hari dan pengamatan pertumbuhan akar dilakukan setiap bulan. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah akar, panjang akar, berat basah akar,dan berat kering akar dari stek pujuk tanaman Kiwijo.Data yang diperoleh dianalisis menggunakan piranti lunak R.2.12.2 dengan two-way ANOVA.Studi ini menunjukan presentase hidup stek pucuk sebesar 98,89%.penggunaan zat pengatur tubuh tidak berpengaruh secara nyata terhadapkeempat parameter yang diamati(P>0,05).Adapun perlakuan blok hanya berpengaruh nyata terhadap parameter berat basah akar(P<0,05).

(2)

STUDI LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN ROOTONE-F TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke)

EKO PUTRA MARDIANTO

Abstrak :

Penelitian ini dilakukan di lahan persemaian Dusun Lekok Selatan Desa Gondang Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Maret – Mei 2005. Yang bertujuan untuk mengembangkan tanaman gaharu secar vegetatif jenis (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) Hipotesa penenlitian ini adalah Pemberian konsentrasi larutan rootone -f dan lama perendaman bahan stek dalam konsentrasi larutan rootone-f akan berpengaruh terhadap pertumbuhan stek pucukgaharu.  Parameter penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor I : lama perendaman rootone-f ( P ), terdiri dari 4 level : P0 = tanpa perendaman sebagai control, P1 = 5 menit, P2 = 10 menit, P3 = 15 menit. Faktor II : Konsentrasi ( K ),
terdiri dari 3 level, yaitu : K1 = 100 ppm , K2 = 200 ppm, K3 = 300 ppm . Karbohidrat yang dihasilkan dalam fotosintesis kurang tersedia, maka aktifitas sel-sel meristem menurun sehingga ukuran organ tanaman menjadi lebih kecil. Berdasarkan hasil pengamatan selama
49 hst, pada umur pengamatan 35 hst perlakuan lama perendaman dengan konsentrasi larutan rootone-f memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi tunas perakaran stek gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke). Hal ini disebabkan karena pada umur 35 hst tanaman menyerap unsur hara mineral untuk pembelahan sel. Dapat juga disebabkan karena ketersediaan karbohidrat hasil dari fotosintesis yang tersedia mencukupi.

(3)

PENGARUH TINGGI PANGKASAN PADA BIBIT DAN KONSENTRASI IBA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK SUKUN

Dedi Setiadi, Hamdan A. Adinugraha, dan Hidayat Moko

Abstrak :

Sukun (A. altilis) merupakan salah satu jenis tanan hutan rakyat yang menghasilkan buah dengan kandungan karbohidrat tinggi, di mana perbanyakan tanaman ini biasa dilakukan secara vegetatif dengan stek akar. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pangkasan bibit sukun dan konsentrasi IBA dilakukan di Pusat Litbang Hutan Tanaman, sejak April sampai September 2005. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan menguji 2 faktor, faktor pertama adalah tinggi pangkasan bibit (P) yaitu : P1 = 20 cm, P2 = 30 cm, P3 = 40 cm dan P4 = 50 cm, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi IBA (H), yaitu : H0 = tanpa IBA (kontrol), H1 = 1250 ppm, H2 = 2500 ppm dan H3 = 3750 ppm, dengan 3 kali ulangan dengan setiap unit percobaan terdiri atas 5 stek pucuk. Parameter yang diamati meliputi persentase stek hidup, persentase stek bertunas, tinggi tunas, persentase stek berakar dan jumlah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pangkasan dan IBA berpengaruh terhadap keberhasilan stek pucuk sukun, tinggi pangkasan bibit bibit 30 cm dan konsentrasi IBA 1250 ppm memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap persentase hidup, persentase bertunas, tinggi tunas, persentase berakar dan jumlah akar.

Tanaman sukun (A. altilis) merupakan jenis tanaman hutan rakyat yang memiliki nilai ekonomi, karena buahnya mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan dalam rangka menunjang program ketahanan pangan nasional. Tanaman ini biasa dikembangkan dengan perbanyakan secara vegetatif yaitu dengan stek akar atau stek pucuk, karena tanaman ini bersifat partenocarpi di mana dalam pertumbuhannya menghasilkan buah tanpa biji. Perbanyakan tanaman dengan menggunakan stek akar memiliki keberhasilan tumbuh lebih tinggi, karena pada akar banyak terdapat mata sebagai bakal tunas yang potensial untuk pertumbuhan. Sutiyasno dalam Anonim (2001) menyatakan bahwa perbanyakan dengan stek akar pada tanaman sukun memiliki banyak keuntungan diantaranya dapat menggandakan pohon induk yang bersifat unggul, mudah dilakukan secara berulang, pertumbuhan bibit lebih cepat dan berbuah lebih awal.

(4)

PENGARUH SUHU DAN HORMON PERTUMBUHAN TERHADAP PRODUKSI BUNGA STEK PUCUK Melaleuca alternifolia

Liliana Baskorowati

Abstrak :

Melaleuca alternifolia merupakan tanaman sumber produksi minyak tea tree yang terdapat di Australia. Usaha meningkatkan kualitas minyak sudah dilakukan dengan mengawinkan pohon-pohon dengan kualitas minyak yang bagus. Tersedianya bunga sangat diperlukan dalam kegiatan ini, sehingga usaha menstimulasi produksi bunga perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi bunga dari stek pucuk M. alternifolia umur 24 bulan dengan pemberian hormon paclobutrazol dan pemberian suhu rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon paclobutrazol tidak efektif untuk meningkatkan jumlah produksi bunga pada stek pucuk M. alternifolia. Pemberian hormon paclobutrazol hanya berpengaruh terhadap perubahan morfologi sampel pohon, seperti terhambatnya pertumbuhan meninggi, mengecilnya ukuran daun dan memendeknya jarak antar ruas buku. Meskipun demikian pemberian paclobutrazol yang diikuti dengan penempatan pada suhu rendah memperlihatkan respon pembungaan. Perlakuan penempatan stek pucuk pada suhu rendah selama 4 bulan kemudian diasumsikan dapat meningkatkan jumlah produksi bunga pada stek pucuk M. alternifolia.

(5)

PENGARUH SIFAT FISIKA MEDIA TERHADAP KEMAMPUAN BERAKAR DAN PEMBENTUKAN AKAR STEK PUCUK Shorea platyclados DI PT. SARI BUMI KUSUMA KALIMANTAN TENGAH

Suryo Hardiwinoto1, Adriana’, Handojo Hadi Nurjanto’, Widiyatno1,
Fransisca Dhina’ dan Eko Priyo2

 

Abstrak :

Shorea platvclados merupakan salah satu jenis tanaman meranti (Diptcrokarpa) yang direko¬mendasikan untuk ditanam dalam kegiatan rehabilitasi dan enrichment planting pada hutan hujan tropika di Indonesia. Kehutuhan bibit S. platvclados dalam jumlah besar dan rata waktu yang tcpat akan dapat dipenuhi cuelalui pembiakan vegetatif. Sifat fisika media merupakan salah satu dari berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembiakan vegetatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika berbagai media dan pengaruhnya terhadap kemampuan berakar serta pembentukan akar stek pucuk S. platyclados. Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan 6 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah 3 jenis media pengakaran, yaitu serbuk gergaji kayu meranti, serbuk gcrgaji + sekam padi (2/ I) dan arang sekam.

Hasil penelitian menunjukan bahwa media serbuk gergaji mempunyai sifat fisika Berat Volume (By) terbesar, yaitu 0.36 kg/I dibandingkan dengan media arang sekam dan scrbuk gcrgaji + sekam padi yang masing¬masing mempunyai nitai BV sebesar 0,29 kg/I dan 0,17 kg/1. Nilai ini berkorelasi positif (r = 0,97) dengan sifat fisika Water Holding Capacity (WHC) dan berkorclasi negatif dengan porositas media (r= -0,99). Media serbuk gergaji 4- sekam padi memberikan hasil kemampuan berakar yang paling tinggi, yaitu 63%. dibandingkan dengan media serbuk gergaji dan arang sekam yang masing-masing memberikan pengaruh kemampuan berakar sebesar 43% dan 33%. Kemampuan berakar stek menunjukkan korelasi negatif (r = -0,75) terhadap sifat fisika By, dan korelasi = 0,59) terhadap porositas media. Pembentukan akar pada berbagai media menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, namun demikian terdapat kecenderungan bahwa media serbuk gergaji dan serbuk gergaji + sekam padi (2/1) memberikan hasil pembentukan akar yang lebih baik dibandingkan dengan media arang sekam.

(6)

Pengaruh Asal Populasi Dan Komposisi Media Terhadap Keberhasilan Stek Pucuk Pulai Darat (Alstonia angustiloba Miq.)

 

Mashudi

Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal populasi dan komposisi media terhadap pertumbuhan stek pucuk pulai darat dari dua umur trubusan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor, yaitu: asal populasi (Banten, Pendopo, Lubuk Linggau dan Solok) dan komposisi media (pasir, serbuk sabut kelapa, arang sekam, pasir : arang sekam (4:1) dan pasir : serbuk sabut kelapa (4:1)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan asal populasi dengan komposisi media tumbuh pengaruhnya tidak signifikan terhadap parameter pengamatan. Populasi Lubuk Linggau menghasilkan persen berakar (31,19%) terbaik pada materi trubusan umur 3 bulan dan populasi Pendopo menghasilkan persen berakar (65,52%), jumlah akar (5,50 buah) dan panjang akar (2,79 cm) terbaik pada materi trubusan umur 5 bulan. Media pasir : serbuk sabut kelapa (4:1) menghasilkan jumlah akar (4,14 buah) dan panjang akar (2,41 cm) terbaik pada materi trubusan umur 3 bulan. Media pasir menghasilkan persen berakar (70,42%), jumlah akar (5,27 buah) dan panjang akar (2,82 cm) terbaik pada materi trubusan umur 5 bulan. Persen berakar, jumlah akar dan panjang akar stek dari materi trubusan umur 5 bulan lebih bagus dari materi trubusan umur 3 bulan.

(7)

PERTUMBUHAN STEK PUCUK DARI TUNAS HASIL PEMANGKASAN SEMAI JENIS Eucalyptus pellita F. Muell DI PERSEMAIAN

Hamdan Adma adinugraha1), Sugeng Pudjiono1) dan Dhanang Yudsitiro2)

Abstrak :

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh stek pucuk l dari tunas hasil pemangkasan semai Eucalyptus pellita F. Muell. perlakuan yang diuji adalah jenis media dan tinggi pangkasan. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap secara faktorial. Faktor pertama adalah jenis media yang terdiri atas 3 taraf yaitu pasir sungai, serbuk sabut kelapa dan campuran pasir + serbuk sabut kelapa (1:1). Faktor kedua adalah tinggi pangkasan yang terdiri atas 4 taraf yaitu 5, 10, 15 dan 20 cm dari permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang dicoba berpengaruh nyata terhadap keberhasilan tumbuh stek pucuk.

Stek pucuk yang berasal dari tunas pada ketinggian pangkasan 15 cm menunjukkan respon keberhasilan stek terbaik. Jenis media yang memberikan respon pertumbuhan terbaik adalah pasir sungai. Rata-rata persentase berakar stek adalah 15 – 95%, panjang tunas 0,45 – 6,2cm, berat kering tunas 0,005 – 0,049g dan volume akar 0,020 – 0,123ml.

 


 

(8)

PENGARUH TEKNIK PENGEMASAN TERHADAP KEBERHASILAN BERAKAR STEK PUCUK MERANTI MERAH (Shorea johorensis, S. smithiana dan S. parvifolia)

Abstrak :

Penelitian pengaruh pengemasan dan waktu penyimpanan terhadap persentase berakar stek tiga jenis meranti merah (Shorea johorensis, S. smithiana dan S. parvifolia) telah dilakukan di rumah kaca Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja, Kalimantan Timur.  Bahan stek Shorea johorensis dan S. smithiana berasal dari permudaan alam di IUPHHK PT Dasa Intiga, Kalimantan Tengah, sedangkan bahan stek S. parvifolia berasal dari PT Gaung Satya Graha, Kalimantan Tengah.  Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan teknik pengemasan yang tepat terhadap persentase berakar tiga jenis meranti merah.  Perlakuan terdiri dari tiga jenis kemasan (P1 = kardus, P2 = styrofoam box, P3 = coolbox) dan empat waktu penyimpanan (T1 = 4 hari, T2 = 6 hari, T3 = 8 hari, T4 = 10 hari). Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola acak lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pengemasan yang terbaik untuk stek pucuk S. johorensis adalah pengemasan dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 66,7% dan persen berakar sebesar 26,7%.  Untuk stek pucuk S. smithiana teknik yang terbaik adalah pengemasan dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 93,3% dan persen berakar sebesar 22,2%.  Sedangkan untuk stek pucuk S. parvifolia teknik pengemasan yang terbaik adalah dalam kardus selama 4 hari, karena memberikan persen hidup sebesar 69,3% dan persen berakar sebesar 52,0%.

 


 

(9)

PEMANFAATAN EKSTRAK BAWANG MERAH SEBAGAI PENGGANTI ROOTON F UNTUK MENSTIMULASI PERTUMBUHAN AKAR STEK PUCUK JATI (Tectona grandis L)

R.M. Aulia El Halim, B. Pramudityo, R. Setiawan, I.Y. Habibi, M.T. Daryono

Abstrak :

            Tingginya minat masyarakat sekitar hutan untuk menanam jati sebagai bentuk   investasi   masa   depan   di   pekarangan   semakin   meningkat.   Namun kurangnya  asupan  teknologi  yang digunakan  untuk  mengembangkan  tanaman jati, menyebabkan usaha mereka  dalam menghasilkan bibit tanaman   jati yang berkualitas dan dalam yang jumlah memadai kurang berhasil. Masyarakat sekitar hutan cenderung menanam jati secara generatif dan biji  jati ditanam    secara langsung.  Sedangkan  untuk  menghasilkan  bibit  jati  secara  vegetatif  yang khususnya  dengan kultur jaringan nyaris tidak mungkin dilakukan masyarakat karena tingginya biaya  dan sulitnya perawatan. Atas dasar pertimbangan ini, maka pembiakan jati dengan stek pucuk menjadi perhatian dalam penelitian ini.

Penelitian ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efektifitas  pengaruh  ekstrak bawang  merah  terhadap  pertumbuhan  akar  stek  pucuk  dan  membandingkan pembentukan perakaran antara stek pucuk jati yang diberi Rooton  F dan yang diberi ekstrak bawang merah. Metode  pendekatan diawali dengan pengambilan stek pucuk dari kebun pangkas kemudian dibandingkan kemampuan berakarnya antara stek yang memakai Rooton F, ekstrak bawang merah, dan kontrol. Desain percobaan  pada  penelitian  ini  menggunakan  metode  rancang  acak  lengkap berblok (RCBD) dengan 3 blok dan 3 macam perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian eksrtak bawang merahampu menstimulasi pertumbuhan akar pada stek pucuk jati.

 


 

(10)

PERTUMBUHAN DAN KUALITAS FISIK BIBIT MERANTI TEMBAGA ASAL STEK PUCUK PADA BEBERAPA TINGKAT UMUR

Growth and Physic Quality of Shorea leprosula seedling from shoot cutting at age different level

 

Ahmad Junaedi, Asep Hidayat & Dodi Frianto

Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kualitas fisik bibit  meranti tembaga (Shorea leprosula) yang diperbanyak melalui stek pucuk dengan sistem Komatsu Forda Fogging Cooling pada beberapa tingkat umur bibit. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan umur  bibit yaitu S1 =  sebelas bulan setelah sapih (11 BSS), S2 = 12 BSS, dan S3 = 14 BSS; masing- masing diulang sebanyak sepuluh kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum terdapat perbedaan yang nyata (p<0,05) pada besaran parameter pertumbuhan bibit antar perlakuan. Pada umur bibit 11 BSS (S1), bibit sudah siap ditanam dengan nilai parameter kualitas fisik kekokohan = 10,79 , rasio pucuk akar (RPA) = 2,58, dan indeks mutu bibit (IMB) = 0,28.

 

 

 

 

 

Dari 10 referensi yang ada di atas, saya menyimpulkan suatu judul yaitu :

 

Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Akar Stek Pucuk Tanaman pohon galam (Melaleuca leucadendron)”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s