Hutan Payau

1.Pengertian Hutan Payau (Mangrove)

Hutan Payau (Mangrove) adalah tipe hutan yang terdapat sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut, yaitu tergenang air laut pada waktu pasang dan bebas dari genangan pada waktu surut.  Jenis pohon yang terdapat di hutan payau berbeda antara tempat yang satu dengan yang lain, tergantung pada tanahnya, intensitas genangan pasang surut air laut dan kadar garam dalam air (salinitas).

Menurut MacNae (1968) kata mangrove merupakan perpaduan bahasa Portugis mangue(tumbuhan laut) dan bahasa Inggris grove (semak-belukar), menjadi mangrove yakni semak-belukar yang tumbuh di tepi laut. Kata mangrove mempunyai dua arti, pertama sebagai komunitas, yaitu komunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar garam/salinitas (pasang surut air laut); dan kedua sebagai individu spesies (Macnae, 1968 dalam Supriharyono, 2000). Supaya tidak rancu, Macnae menggunakan istilah “mangal” apabila berkaitan dengan komunitas hutan dan “mangrove” untuk individu tumbuhan.

Hutan mangrove oleh masyarakat sering disebut pula dengan hutan bakau atau hutan payau. Namun menurut Khazali (1998), penyebutan mangrove sebagai bakau nampaknya kurang tepat karena bakau merupakan salah satu nama kelompok jenistumbuhan yang ada di mangrove. Dalam bahasa Inggris kata mangrove digunakan baik untuk komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang-surut . Sedangkan dalam bahasa Portugis kata mangrove digunakan untuk menyatakan individu spesies tumbuhan, sedangkan kata mangal untuk menyatakan komunitas tumbuhan tersebut. FAO (1982; 1994), merekomendasikan penggunaan kata mangrove baik untuk individu spesies tumbuhan maupun komunitas tumbuhan di daerah pasang surut. Continue reading

Advertisements

Makalah Sosiologi Kehutanan

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi. Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Individu vs individu. Individu vs kelompok. Kelompok vs kelompok dll. Contoh guru mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. Interaksi sosial memerlukan syarat yaitu Kontak Sosial dan Komunikasi Sosial.

Kontak sosial dapat berupa kontak primer dan kontak sekunder. Sedangkan komunikasi sosial dapat secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial secara langsung apabila tanpa melalui perantara. Misalnya A dan B bercakap-cakap termasuk contoh Interaksi sosial secara langsung. Sedangkan kalau A titip salam ke C lewat B dan B meneruskan kembali ke A, ini termasuk contoh interaksi sosial tidak langsung.

Faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial meliputi imitasi, sugesti, identifikasi, indenifikasi, simpati dan empati Imitasi adalah interaksi sosial yang didasari oleh faktor meniru orang lain.

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapat berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Continue reading

PENGARUH KOMUNIKASI MASSA TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT INDONESIA YANG PLURALISTIK

( 1 )

Bagaimana pengaruh media komunikasi massa terhadap perubahan masyarakat, lebih jauh

bagaimana perubahan itu dalam kaitan dengan masyarakat Indonesia yang pluralistis, merupakan persoalan kunci pembahasan ini. Media massa dipandang punya kedudukan strategis untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Dengan begitu media massa merupakan instrumen fungsi pragmatis dari pihak di luar media massa ataupun bagi pemilik media massa sendiri dalam menghadapi masyarakat. Pada sisi lain, keberadaan media massa dilihat dari sifat materinya yang terdiri atas fakta dan fiksi. Kedua macam materi ini selain memiliki perbedaan dalam hal sumbernya, juga memiliki konteks kemanfaatan yang berbeda bagi penerimanya. Materi faktual membawa penerimanya kepada alam interaksi sosial yang bersifat empiris dan obyektif, sementara materi fiksional ke alam psikologis yang sifatnya subyektif. Secara sederhana dapat disebut bahwa yang pertama mengajak orang untuk ke dunia luar, untuk terlibat pada alam sosial. Sedang yang kedua membawa orang ke dunia dalam (inner world), memasuki alam psikologisnya sendiri.

Secara akademik, keberadaan media massa dan  masyarakat perlu dilihat secara bertimbal

balik. Untuk itu biasa digunakan landasan konseptual, setidaknya ada 2 pandangan yaitu apakah media membentuk (moulder) atau mempengaruhi masyarakat, ataukah sebaliknya sebagai cermin (mirror) atau dipengaruhi oleh realitas masyarakat. Dalam bahasa sederhana, apakah media massa menjadi penyebab rusaknya masyarakat, ataukah media massa hanyalah mencerminkan  wajah codet masyarakat? Dua landasan ini menjadi titik tolak dari bangunan epistemogis dalam kajian media, yang mencakup ranah pengetahuan mengenai hubungan antara masyarakat nyata (real) dengan media, antara media dengan masyarakat cyber, dan antara masyarakat real dengan masyarakat cyber secara bertimbal-balik.  Continue reading

Upaya Yang Dilakukan Dalam Rangka Mempertahankan Keberadaan Hutan di Masa Yang Akan Datang

Menurut saya, kondisi hutan saat ini sudah sangat memprihatinkan, karena terjadi pengalihfungsian hutan dari sebagaimana mestinya.  Untuk sekarang ini, pertambangan sedang mengalami masa jaya.  Banyak pengusaha yang bersaing untuk mengeksploitasi hasil hutan, baik yang berada di atas permukaan atau yang berada di bawah permukaan.  Jika kegiatan tersebut terus berlanjut, tanpa adanya tanggung jawab untuk mengembalikan kondisi hutan seperti semula, maka hutan lama-kelamaan akan mengalami kepunahan.  Jika hal itu terjadi, maka kehidupan mahluk hidup yang ada di Bumi tidak dapat berlangsung dengan baik.  Hal itu menunjukkan bahwa hutan sangat berperan terhadap kelangsungan hidup mahluk hidup di Bumi.  Oleh karena itu lestarikan hutan untuk kebaikan bersama.

Upaya yang dilakukan untuk mempertahankan keberadaan hutan adalah yang pertama memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup mahluk hidup.  Sehingga masyarakat sadar dan mau ikut melestarikan hutan.  Upaya untuk mempertahankan keberadaan hutan bukanlah tanggung jawab dari pemerintah saja, namun tanggung jawab bersama.  Sedangkan upaya untuk melekukan perbaikan pada lahan kritis  adalah dengan melakukan kegiatan reklamasi pada lahan pasca tambang dan melakukan kegiatan revegetasi atau rehabilitasi pada lahan yang telah gundul akibat penebangan ataupun pasca kebakaran.  Continue reading

Karakteristik Masyarakat Pedesaan

Warga suatu masyarakat pedesaan biasanya memilki hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanay berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan, khidupannya bertani.  Ciri-ciri dan hakikat sifat masyarakat desa yaitu sebagai berikut :

  1. Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam
  2. sistem kehidupannya berkelopok dengan dasar sistem kekeluargaan.
  3. sebagaian besar masyarakat pedesaan hidup bertani
  4. masyarakat pedesaan bersifat homogen baik dalam hal agama, mata pencaharian, adat kebiasaan, atau kebudayaan

Sifak hakikat masyarakat pedesaan yang banyak bergotong-royong dan tolong menolong. sifat hakikat masyarakat pedesaan adalah suka bekerja dan nilai tinggi terhadap kegiatan bekerja, maka tidak perlu adanya motivasi untuk menambah kegiatan bekerja bagi masyarakat pedesaan.

Fungsi Dan Potensi masyarakat Pedesasan

Desa memimiliki beberapa fungsi diantaranya:

  1. sebagai Hinter land atau daerah dukung berfungsi sebagai daerah pemberi bahan makanan pokok
  2. ditinjau dari segi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw Material)
  3. ditinjau dari mata pencahariannya, desa dapat merupakan desa agraris, desa industri, desa nelayan dan lain sebagainya Continue reading

Istilah-istilah Kehutanan

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak terpisahkan.

Kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu.

Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap.

Hutan negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atastanah.

Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah.

Hutan adat adalah hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukumadat.

Masyarakat hukum adat adalah kelompok masyarakat yang terikat oleh hokum adat, keturunan dan tempat tinggal.

Hutan desa adalah hutan negara yang dikelola desa untuk kesejahteraan desa.

Hutan kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya untuk memberdayakan masyarakat tanpa mengganggu fungsi pokoknya.

Hutan rakyat adalah hutan pada tanah yang diakui sebagai milik rakyat baik bersama maupun perorangan Continue reading

REDD

PENGURANGAN EMISI DARI DEFORESTASI DAN DEGRADASI
(REDUCING EMISSIONS FROM DEFORESTATION AND DEGRADATION)

Suatu upaya untuk mengatasi masalah perubahan iklim, hal ini karena semua negara yang sudah meratifikasi kesepakatan kerangka kerja perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan iklim.  Pengaruh deforestasi terhadap meningkatnya gas rumah kaca (GHGs) di atmosfir sudah sejak lama diketahui namun baru pada COP-12 di Montreal tahun 2005 masuk dalam agenda pembahasan di Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC).  Dan isu ini baru mendapatkan perhatian serius dari masyarakat internasional setelah terbitnya hasil review yang dilakukan oleh Nicholas Stern (UK) tentang Ekonomi Perubahan Iklim (Stern Review : The Economics of Climate Change) yang mencatat bahwa deforestasi di negara berkembang menyumbang emisi CO2 sekitar 20 % dari emisi global, sementara carbon yang saat ini tersimpan di ekosistem hutan  (~ 4500 Gt CO2 lebih besar dari yang tersimpan di atmosfir (3000 Gt CO2).  Oleh karenanya diperlukan dukungan internasional untuk melindungi hutan yang masih ada.

Dampak perubahan iklim  akan dirasakan oleh semua negara, tetapi negara-negara miskin akan menerima dampak terbesar meskipun kontribusinya terhadap emisi GHGs paling kecil.  Dan negara berkembang dengan sumberdayanya sendiri  tidak akan mampu  melakukan mitigasi dan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Peran hutan dalam stabilisasi iklim dan sebagai system penyangga kehidupan belum memperoleh penilaian yang memadai dari sisi financial baik di dalam mekanisme yang tersedia di bawah konvensi perubahan iklim maupun dalam system pasar terhadap produk dan jasa hutan. A/R CDM yang merupakan satu-satunya mekanisme pasar yang tersedia di bawah Kyoto Protokol terhadap jasa penyimpana CO2 melalui kegiatan penanaman pohon tidak memberikan manfaat yang berarti karena prosedur dan aspek metodologi yang kompleks. Continue reading